Lirik Lagu Luluh ‚Äď Khai Bahar

Sudah puas aku menangis lagi
Kau hadirkan mendung awan yang kelam
Namun ku kan tetap bisa bertahan

Secebis kasih yang telah kau beri
Kan ku simpan dalam memori indah
Tapi semuanya telah berakhir

Aku tersungkur menunduk meraung
Dan tiada siapa bisa merasakan
Oh sakitnya hati ini

Jika kau tak mampu memberiku senyum
Usah kau hadirkan dengan kedukaan
Oh biarlah hidupku dengan caraku

Secebis kasih yang telah kau beri
Kan ku simpan dalam memori indah
Tapi semuanya telah berakhir

Aku tersungkur menunduk meraung
Dan tiada siapa bisa merasakan
Oh sakitnya hati ini

Jika kau tak mampu memberiku senyum
Usah kau hadirkan dengan kedukaan
Oh biarlah hidupku dengan caraku

Sedia menghadapi yang akan tiba
Takkan berundur walau seketika
Aku terus berjalan mencari sinar baru

** Setiap kali dengar lagu ini tersentuh hati, walaupun takde kena mengena dengan diri sendiri ūüôā

Lirik Lagu Siti Nurhaliza & Cakra Khan – Seluruh Cinta

Lirik Lagu Siti Nurhaliza & Cakra Khan – Seluruh Cinta

Menatap kepergian dirimu
Meratap menangis sedih tak tertahan
Terbayang saat bersama
Lewati masa terindah
Saat kau memelukku tuturkan cinta

Kaulah slalu mencinta bagiku
Yang slalu mengencamkan perasaanku
Dirimu kan slalu ada di sisiku selamanya

Kau bagaikan nafas di tubuhku
Yang sanggup menghidupkan s’gala gerakku
Ku kan s’lalu memujamu hingga nanti kita kan bersama

Tak sanggup ku memikirnya lagi
Habis separuh nyawaku tangisimu

Tiada lagi bait yang indah
Terdengar merdu terucap
Merayu menyanjungku tenangkan jiwa

Kaulah slalu mencinta bagiku
Yang slalu mengencamkan perasaanku
Dirimu kan slalu ada di sisiku selamanya

Kau bagaikan nafas di tubuhku
Yang sanggup menghidupkan s’gala gerakku
Ku kan s’lalu memujamu hingga nanti kita kan bersama

Tiada cinta yang setulus cintamu (Cintamu)
Tiada yang sanggup gantikan dirimu

Tiada rasa seindah kasihmu
Tiada yang mampu temani diriku

Kaulah slalu mencinta bagiku
Yang slalu mengencamkan perasaanku
Dirimu kan slalu ada di sisiku selamanya

Kau bagaikan nafas di tubuhku
Yang sanggup menghidupkan s’gala gerakku
Ku kan s’lalu memujamu hingga nanti kita kan bersama

Kau bagaikan nafas di tubuhku
Yang sanggup menghidupkan s’gala gerakku
Ku kan s’lalu memujamu hingga nanti kita kan bersama

Ku kan s’lalu memujamu hingga nanti kita kan bersama

Bila Tiba … Ungu

Bila tiba..

Saat Tiba Nafas Di Ujung Hela
Mata Tinggi Tak Sanggup Bicara
Mulut Terkunci Tanpa Suara

Bila Tiba Saat Berganti Dunia
Alam Yang Sangat Jauh Berbeda
Siapkah Kita Menjawab Semua
Pertanyaan

Bila Nafas Akhir Berhenti Sudah
Jatuh Hati Pun Tak Berdaya
Hanya Menangis Tanpa Suara
Ooo…

Mati tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri
Ooo…

Mati Tinggal Menunggu Saat Nanti
Ke Mana Kita Bisa Lari
Kita Pastikan Mengalami
Mati

 

Macam cantik jeeee , macam comel jeeee

Perhatikan keindahan alam dan diri ,
betapa agungnya kuasa ILAHI ,
hebatnya Dia Yang Maha Pencipta ,
SUbhanallah , Alhamdulillah , Allahu Akbar …

Kecantikan , keindahan yang diberi ,
hanya pinjaman sementara …
sebagai ujian untuk kita ,
apakah bersyukur atau sebaliknya ..

Macam cantik jeeee ,
macam comel jeeee ,
semua ciptaan ALLAH ..

Macam cantik jeeee ,
macam comel jeeee ,
segala pujian kembali padaNYA …

Macam cantik jeeee ,
macam comel jeeee ,
indahnya Tuhan ciptakan kita ..

Macam cantik jeeee ,
macam comel jeeee ,
ajaibnya alam semesta

Beryukurlah kita dengan nikmatNYA ..

Lagu: AMAR
Lirik: Magictawau Alif

Lirik lagu:Ramadan Maher Zain (malay version)

Ku menantimu

Saban waktu, bangkit jiwaku
Kau suluh hatiku dengan sinar kudus kasihmu
Ku harapkan terus, bersamamu selamanya
Ramadan, Ramadan, Ramadan dihati
Ramadan, Ramadan,
Ku mohon usah pergi
Rahmat melimpah, damainya ku rasakan
Ramadan, bulan Al-Quran
Mendidik jiwaku,  menyuburkan iman
Ku harapkan terus, bersamamu selamanya
Ramadan, Ramadan, Ramadan dihati
Ramadan, Ramadan,
Ku mohon usah pergi
Sememangya kau, ku nantikan
Hadirmu hidupkan suram dijiwa ku
Dan ku berjanji akan ku teruskan
Semangatmu itu
Sepanjang hidup ku,
Oh Ramadan
Ramadan, Ramadan, Ramadan dihati
Ramadan, Ramadan,
Ku mohon usah pergi
Ramadan, Ramadan, Ramadan dihati
Ramadan, Ramadan,
Ku mohon usah pergi
Ku mohon usah pergi

Istighfar – Saujana

 

Astaghfirullah robbal baroya
Astaghfirullah minal khotoya
Astaghfirullah robbal baroya
Astaghfirullah minal khotoya

Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah

Aku memohon ampun (Ya Allah)
Yang menerima taubat (Ya Allah)
Aku memohon ampun (Ya Allah)
Dari segala dosa Ya Allah

Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah

Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah

Aku memohon ampun (Ya Allah)
Yang menerima taubat (Ya Allah)
Aku memohon ampun (Ya Allah)
Dari segala dosa Ya Allah

Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah

Ampunkan dosaku

Teman Penganti – Black ft Malique


Ketawa bersama
Menangis bersama
Ku bersumpah harap kita
Mati pun bersama

Sejak dua menjak ini
Makin kerap ku diganggu visi
Bila celik, juga bila mimpi
Aku nampak kau, tapi bukan aku yang di sisi
Dia membelaimu dengan izin dan permisi
Sentuhan katanya semuanya kau iakan
Sentuhan jari kau diamkan dan biarkan
Aku redha walau tidak ku damba
Walau hampa semuanya dah dijangka

Beberapa purnama dulu cinta bertahta
Kenangan dibina kita indah belaka
Ketawa bersama, menangis bersama
Ku bersumpah harap kita mati pun bersama
Namun hakikatnya, bukan mudah
Aku sembunyikan gulana-gundah
Segalanya kan berubah
Dengarkan apa yang ku mahu luah

*Rahsia ini
Telah lama ku pendamkan
Tiba masanya
Segala-galanya
Ku ceritakan
Aku kan pergi
Pergi ku tak akan kembali
Tiba masanya
Kau cari teman pengganti

Dalam dunia yang maya, prejudis dan bias
Kita tak terlepas dari terkena tempias
Rimas, ditindas, sembunyi dalam puisi dan kias
Tidak kau bidas, tak berpaling walau sekilas
Hanya kau yang tahu kodeksku yang kompleks
Dalam disleksia cuba kekal dalam konteks
Bila dunia seolah tak memahami
Kau sudi selami, dalami dan mengalami

Setia mendengar, sentiasa hadir
Ingat setiap ulangtahun, setiap hari lahir
Tiba pagi Syawal, kaulah yang terawal
Syawal yang terakhir ini pasti rasa janggal
70 000 hijab harus ku singkap
Ku sorok kitab balik tingkap penjara hinggap
Dalam diam ada, seorang yang ku puja
Kau teristimewa tapi dia yang sempurna

Ulang *

Sejak dua menjak ini, ku mencari fungsi kewujudan
Dalam persekitaran yang penuh kejumudan
Terperangkap dalam jasad, ku keliru
Mujur ada kau si peneutralisasi pilu
Namun aku tetap murung, berkurung
Tubuh makin susut, menunggu tarikh luput
Komplikasi di halaman rusuk kiri
Makin sukar nak bernafas, nak bergerak, nak berdiri

Lagu ini yang terakhir aku sajikan
Kalau rindu nanti bolehlah kau nyanyikan
Jaga diri, jangan makan hati
Yang patah kan tumbuh, yang hilang kan berganti
Bilik dah ku kemas, katil dah ku rapi
Cincin, kunci, dompet dalam laci
Ada sikit wang, itu saja baki
Moga-moga cukup untuk majlis itu nanti

Aku kan pergi
Bertemu kekasih abadi
Tiba masanya
Kau cari teman pengganti

Di Pondok Kecil

Assalam,

Semalam dengar lagu ini dalam radio Ikim.fm memang rasa sayu aje. Teringat pada ayahanda yang telah pergi tak kembali.

Semoga ayahanda dilimpahi rahmat dari Allah S.W.T

Lirik Di Pondok Kecil

Di suatu hari
Ayah berkata jaga adikmu
Ayah kan pergi jauh
Ku merayu pada ayah
Jangan tinggalkan kami

Kerana kami sayangkan ayah
Ayahku pergi berjuang
Demi cinta yang murni
Menegak kebenaran
Di muka Bumi
Berlakunya kisah di pondok kecil

(Chorus:)
Di pondok kecil
Di pantai ombak
Berbuih putih beralun-alun
Di pondok kecil
Di pantai ombak
Berbuih putih beralun-alun

(Ulang Chorus)

Di suatu hari
Ayah berkata jaga adikmu
Ayah kan pergi jauh
Ku pandang wajah ayah
Dahinya ku cium
Airmata mengalir
Hatiku pilu

Diam-diamlah sayang
Jangan menangis
Doakan ayah semoga sejahtera

Diam adikku sayang
Jangan menangis
Walaupun ayah gugur
Pastinya dia syahid

(Chorus)

Wahai abangku
Ke mana ayah
Ku sayang ayah
Ku cinta ayah
Wahai abangku
Ke mana ayah
Ku sayang ayah
Ku cinta ayah

Duhai adikku sayang
Jangan bersedih
Ayahmu pergi menyambut seruan Ilahi
Tapi ingatlah adikku pesanan ayah
Belajar berusaha walau di mana jua
Pada-Mu Tuhan aku bermohon
Dosa ayahku minta diampunkan
Ku iringi doa rahmati dia
Tempatkanlah ayahku bersama kekasih-Mu

Law Kaana Bainana (Lirik)

Puisi Intro
———-
Wahai Tuhanku, kami telah lalai lupa,
Namun setiap orang daripada kami tetap tamakkan,
Keampunan-Mu, dan sifat pemurah-Mu dan kebebasan daripada neraka-Mu,
Dan juga kami tamakkan syurga, yang dimasuki bersama-sama penghulu seluruh manusia.

Kami mohon pada-Mu…
Mohon dengan sangat, wahai Tuhanku,
Dari sudut hati kami yang paling dalam…

Start
—–
Kalaulah Kekasih-Mu, masih berada bersama-sama kami,
Akan terlunaslah segala hutang dan semakin hampirlah
dengan haruman Baginda, sebelum hilangnya,
rasa yang meronta-ronta untuk berada hampir dengan Kekasih-Mu.

Berada berhampiran Baginda, jiwa turut menjadi harum
Dan apa jua yang kalian doakan kepada Allah, akan diperkenankan,
Cahaya Nabi Muhammad tidak akan pernah sirna,
Sempatkanlah kami bertemu dengan Baginda,
Wahai Tuhan yang Maha Memperkenankan doa hamba…

Hidayahmu kepada alam merata meluas,
Tanda hampirnya kasih sayang Tuhan pemberi hidayah,
Hadith-hadithmu ibarat sungai mengalir jernih,
Berada di sisimu bagaikan dahan yang tumbuh segar dan basah.

Kutebus diriku dengan dirimu, wahai Kekasihku,
Nabi Muhammad yang mulia, yang asing,
Berada berhampiranmu, jiwa menjadi harum,
Wahai yang diutuskan sebagai tanda kasih sayang Tuhan kepada seluruh alam….

Wahai Kekasihku, wahai Nabi Muhammad
Wahai doktor hatiku, wahai yang dipuji dipuja
Dirimu memiliki kelebihan yang diakui
Oleh Tuhan yang turut berselawat ke atasmu.

 

**************************************

Lirik Bahasa Arab

lirik Law Kaana Bainana

Inteam – Kehidupan (Duet With Nazrey Raihan)

Kehidupan
Album : Tiada Lagi Kasih
Munsyid : In-Team
http://liriknasyid.com

Kesenangan yang datang
Tak akan selamanya
Begitulah selepas susah ada kesenangan
Seperti selepas malam datangnya siang
Oleh itu waktu senang jangan lupa daratan

Gunakan kesempatan untuk kebaikan
Sebelum segalanya terlepas dari genggaman
Kelak menyesal nanti tak berkesudahan
Apa guna sesalan hanya menekan jiwa

Jangan difikir derita akan berpanjangan
Kelak akan membawa putus asa pada tuhan
Ingatlah biasanya kabus tak berpanjangan
Setelah kabus berlalu pasti cerah kembali

Ujian adalah tarbiyah dari Allah
Apakah kita ?kan sabar ataupun sebaliknya
Kesenangan yang datang selepas kesusahan
Semuanya adalah nikmat dari tuhan

Senilagu : Nazrey Johani

Senikata : Nazrey Johani

Hakcipta : Inteam Records Sdn. Bhd.

Penerbit : Suffian Saujana

Susunan Muzik : Bard Muffins

Perkusi: Hamzah